BERITA

by

posted date: 2016-04-18

Jakarta 13 April 2016 - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar sosialisasi penerapan International Standard Book Number (ISBN) di Lingkungan Kemenko PMK dan mengandeng Perpustakaan Nasional agar setiap unit kerja tahu manfaat dan pentingnya ISBN pada 13 Apil 2016 di ruang rapat utama lantai 7.

Acara yang didahului oleh laporan Kepala bagian Humas dan Perpustakaan Danang Ariwibowo Ichwan sebagai ketua pelaksana mengenai pentingnya sosialisasi penerapan ISBN di lingkungan Kemenko PMK untuk menyelaraskan, meningkatkan efektivitas Perpustakaan Kemenko PMK dalam membantu proses penerbitan ISBN serta membangun komitmen dan kerjasama. 

Danang mengatakan pada laporannya kegiatan ini diikuti oleh setiap unit kerja dari perwakilan keasdepan dari Deputi 1 sampai dengan Deputi 7 Kemenko PMK masing-masing 1 orang, perwakilan dari Biro Perencanaan dan KLN, Biro Umum, Biro Hukum, Informasi dan Persidangan, Inspektur dan DJSN.

Acara Sosialisasi Penerapan ISBN di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaanyang dibuka oleh Kepala Biro Hukum, Informasi dan Persidangan Sudarman kegiatan ini sebagai bentuk perdulinya akan karya ilmiah yang akan diterbitkan oleh kemenko pmk agar teridentifikasi dan sebagai sarana informasi untuk memudahkan sirkulasi bahan pustaka serta memudahkan kerjasama. "saya menyarankan agar setiap unit kerja dalam menerbitkan buku atau karya ilmiah dapat di berikan ISBN, dan Bagian Humas Perpustakaan dapat memberikan bantuan dalam proses penerbitan ISBN jadi satu pintu saja," ucap Sudarman.

Sedangkan Kepala Subdirektorat Bibliografi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Prita Wulandari mengatakan, ISBN merupakan pengenal international yang bersifat unik untuk publikasi monograf dan menghimbau para penerbit, baik swasta maupun Pemerintah dalam hal ini Kemenko PMK, agar memanfaakan ISBN atau Katalog Dalam Terbitan (KDT). 

Prita juga menjelaskan manfaat dan fungsi ISBN serta tatacara pemakaian ISBN, dalam pengurusan ISBN tidak dipungut biaya karena ada juga oknum-oknum yang membuka jasa pengurusan ISBN dengan meminta biaya dengan mencantumkan iklan-iklan di situs-situs website.

Selain ISBN, Prita juga memberikan informasi untuk International Standard Music Number (ISMN) dengan standar penomoran musik secara internasional, dan sudah berkembang selama 15 tahun. Di Indonesia, ISMN mulai diperkenalkan pada tahun 2002 dan kesepakatan bersama antara International ISMN Agency dangan Perpustakaan Nasional RI ditandatangani pada tanggal 23 Oktober 2002 sedangka kedudukan The International ISMN Agency berada di Berlin German. (foto dan teks: Humas Kemenko PMK)

 

Kembali