BERITA

by

posted date: 2016-06-06

Depok (2/6), Kasubbag Perpustakaan Kemenko PMK Dian Novico menghadiri undangan acara seminar dengan tema Meningkatkan Layanan Perpustakaan Kementerian/ Lembaga dengan Mengembangkan Program Literasi Digital" yang diadakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan, Kementerian Perdagangan Sawangan Depok.

Narasumber dalam seminar ini adalah Dra. Kalarensi Naibaho, M.Hum, Pustakawan Perpustakaan Universitas Indonesia dengan bahasan "Pengembangan Program Digital Literacy Perpustakaan Khusus: cakupan dan implementasi"  dan M. Prabu Wibowo, M.Sc, Dosen Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dengan bahasan "Praktek Menggunakan Aplikasi Mendeley (Aplikasi pengelola referensi dalam penulisan karya ilmiah)".

Istilah literasi digital mulai populer sekitar tahun 2005. Literasi digital bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti bacaan takberurut berbantuan komputer. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan program digital literasi dalah; topik dan konten harus mengakomodir berbagai karakter pemustaka; menggunakan pendekatan yang tepat, memiliki target dan skala pengukuran keberhasilan; terjangkau; dan berkesinambungan.

Dalam cakupan literasi digital, pengelolaan referensi dapat menggunakan Mendeley. Literasi informasi karya ilmiah tidak hanya pencarian dan penelusuran data, tetapi termasuk implementasi dan aplikasi informasi. dengan memperhatikan aturan dan pencegahan plagiarisme, maka harus diperhatikan aturan penulisan, parafrase, kutipan, style, sehingga dapat efektif, efisien, dan etis.

Melalui seminar ini, peserta memahami mengenai pengelolaan referensi dengan Mendeley, serta program literasi digital di Perpustakaan. Teknologi berperan penting dalam literasi informasi sehingga pengelola/ pustakawan mengerti mengenai perkembangan teknologi informasi.

Kembali