BERITA

by

posted date: 2016-06-08

Pekanbaru (8/6) – Staf Perpustakaan Kemenko PMK melakukan kunjungan ke Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Pekanbaru pada tanggal 29 s/d 31 Mei 2016. Tujuan kunjungan ini adalah untuk peninjauan tentang  peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan secara prima.

Menurut Sekretaris BPAD Provinsi Riau, Asyarie, Berbicara mengenai perpustakaan, perpustakaan itu fungsi utamanya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi BPAD Provinsi Riau senang kalau perpustakaan itu dikunjungi oleh pemustaka khususnya para pelajar. Oleh karena itu yang namanya perpustakaan itu letaknya pasti di jantung kota pekanbaru bukan yang berada dipinggir-pinggir kota pekanbaru, agar setiap lini mulai dari kecamatan, desa, kabupaten bisa menjangkau sebagai tempat yang netral jika dibanding yang berada dipinggir-pinggir kota pekanbaru.

Di perpustakaan ini, ada tiga aula yaitu aula Ismail suhko. Ismail Sukho adalah mantan sekwan Riau yang juga mantan gubernur riau yang terpilih pada tahun 1985. Sehingga Ismail Shukho diabadikan namanya di sebuah aula. Aula kedua dikenal sebagai aula Soeman HS yaitu tempat membaca dan tempat layanan perpustakaan. Soeman HS ini adalah seoarang budayawan Riau yang namanya diabadikan di perpustakaan ini karena banyak buku-buku dari Soeman HS yang merupakan hasil dari karya beliau. Untuk mengenang nama beliau dikenal dengan UPT layanan Perpustakaan Soeman HS. Di gedung ketiga disebut juga namanya aula  Haji wan ghalid salah satu tokoh melayu riau yang sangat berjasa memperjuangkan  Riau ini menjadi provinsi sendiri.

Yang khas dari BPAD Provinsi Riau ini adalah dilantai tiga perpustakan riau terdapat koleksi khusus melayu yang disebut dengan bilik melayu yang terdiri dari koleksi melayu dari seluruh indonesia. Koleksi-koleksi melayu tersebut adalah karya dari budayawan melayu, seperti Hamidy, Soeman HS, Husni Thamrin, Tennas Effendi, Hasan Junus, serta koleksi melayu dari kota lain seperti Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kuantan Singingi. Sedangkan layanan khas dari perpustakaan ini adalah layanan anak-anak, internet, ebook. Buku-buku dari lantai 1 sampai dengan 4 ada semuanya yang dibutuhkan oleh pelajar maupun mahasiswa dan umum. Ada juga koleksi dari KPK juga ditampilkan sebagai usaha pencegahan korupsi. 

BPAD Provinsi Riau menjadi perpustakaan terbaik se Asean, salah satunya adalah karena perpustakaan ini sebagai perpustakaan wisata baca. Perpustakaan riau ini setiap harinya sangat ramai pengunjung. Dalam sehari bisa mencapai 1000 s/d 2000 pengunjung setiap hari, apalagi hari sabtu minggu bisa lebih banyak lagi. Pengunjung perpustakaan Riau bukan hanya dari pekanbaru saja bahkan dari kota lain dan negara lain. Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi biasanya disumbangkan ke perpustakaan ini, hal ini agar mahasiswa yang sedang menyusun skripsi punya rujukan ketika sedang menysun skripsi di perpustakaan ini.

SDM di perpustakaan ini sebanyak 220 orang yang terdiri dari 35 PNS pustakawan, 60 Non PNS pustakawan dan 135 tenaga kontrak. Untuk hal promosi di perpustakaan ini adalah mengadakan pameran di perpustakaan, hal ini untuk menarik minat baca pengunjung dan dipublikasikan di media massa. Membuat kegiatan lomba-lomba untuk anak-anak pelajar di perpustakaan, secara otomatis ketika mereka datang mereka ingin lagi nengok ke perpustakaan ini. Untuk menarik pemustaka perpustakaan ini menggunakan trik-trik yang sifatnya publikasi dengan mengundang wartawan.

Sistem otomasi perpustakaan Riau ini menggunakan inlis dari Perpusnas karena dengan tujuan mendukung program pemerintah. Ebook di perpustakaan Riau ada 14.000 judul dari berbagai disiplin ilmu tertentu menggunakan bahasa inggris. Sistem di perpustakaan soeman hs masih berbasis intranet yang hanya bisa diakses dalam gedung perpustakaan saja dan pelayanan di perpustakaan ini menggunakan open acces.

Menurut Asyarie’, rencana kedepan pelayanan perpustakaan Riau setiap sabtu minggu akan buka 24 jam, hal ini untuk menarik para pemuda-pemuda untuk menghindarkan kegiatan-kegiatan negatif diwaktu hari libur, seperti nongkrong-nongkrong di jalanan, cafe atau mall-mall. Tentunya harus ada kegiatan yang bisa menarik pemuda untuk datang ke perpustakaan, seperti pelatihan jadi reporter, fotografer, nonton film di perpustakaan dan lain sebagainya.

Di BPAD Provinsi Riau juga menyewakan gedung-gedung utama untuk kegiatan rapat, Diskusi serta untuk pelatihan-pelatihan. Hal ini dimaksudkan untuk promosi perpustakaan, ketika gedung disewakan pengunjung biasanya membaca buku dulu di perpustakaanya sebelum mengikuti acara.

Kembali