BERITA

by

posted date: 2018-07-31

Jakarta (31/07)--Bambang Pamungkas kembali meluncurkan buku. Berjudul Bepe20: PRIDE, buku tersebut menceritakan tentang keberagaman yang dimulai dari sepakbola.
Ini adalah buku kedua yang pernah ditulis oleh eks penyerang tim nasional Indonesia tersebut. Buku sebelumnya, 'Ketika Jemariku Menari' rilis pada tahun 2011.

Bepe mengungkapkan bahwa isi buku keduanya menceritakan beberapa hal tentang Plurality (keberagaman), Responsibility (tanggung jawab), Integrity (keteguhan), Dignity (martabat), dan Equality (kesetaraan). Oleh karena itu, dia memilih judul PRIDE yang artinya kebanggaan karena judul itu dinilai mewakili isi buku.

Bepe, yang hadir dengan ditemani sang istri, kemudian menjelaskan: Huruf P (Plurality) dari "PRIDE" menceritakan tentang sepakbola yang tidak mengenal batasan usia, suku, ras, agama, jenis kelamin, dan status sosial.

Lalu, huruf R (Responsibility) mengisahkan tentang sebuah tanggung jawab sebagai pesepakbola. Dalam hal ini, tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi soal keluarga, dan masa depan sepakbola itu sendiri.

Kemudian huruf I (Integrity), adalah tentang sebuah perjuangan sepakbola pada hakikatnya, bukan sebagai alat pribadi, golongan atau pun politik.

Lantas, pada huruf D (Dignity), Bepe menceritakan terkait pemikirannya untuk menjaga harkat dan martabak para pesepakbola, baik secara pribadi atau mewakili APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia).

Dan yang terakhir, di huruf E (Equality), Bepe menceritakan perjalanannya dalam memperjuangkan kesetaraan pesepakbola bersama APPI mulai dari pemain lokal, asing, tentang gaji, kesehatan, kebebasan untuk berbicara dan membela timnas.

Dengan menceritakan berbagai hal dalam buku tersebut, Bepe berharap dapat memberikan pencerahan yang positif.

"Buku ini berkisah tentang keseharian saya di dunia sepakbola. Bagaimana saya berdebat dengan istri, ayah soal karier saya ini. Buku ini lebih spesifik menceritakan menceritakan perjalanan mulai 2011 sampai 2014 awal. Yang menarik, karena menceritakan sepakbola Indonesia dalam masa gelap. Saya harap buku ini bisa memberikan pencerahan," ucapnya.

Kembali